Laku.com belanja online grosir eceran murah dan aman dapat kita kunjungi di situsnya laku.com. SItus ini ialah salah satu toko online yang terpercaya di dalam negeri. Buat kamu yang mau belanja baju online jangan ragu lagi dikarenakan laku.com mampu dipercaya anda bisa berbelanja secara aman dan nyaman.
Laku.com belanja online grosir eceran murah dan aman, memangnya apa sih yang dikasihkan oleh mereka sebagai kelebihan apa tidak sama saja dengan toko online yang lainnya. Jangan salah karena mereka telah beberapa kali diekpos oleh majalah terkemuka. Juga pernah dinilai sebagai page terbaik untuk shopping/retail oleh situs booshaka jepang.
Dengan semakin meningkatnya teknologi semakin melimpah pula kemudahan dalam hidup yang kita dapatkan. Begitu pula dalam perkara berbelanja semakin banyak toko belanja online bertebaran di dunia maya. Mereka memberikan keunggulan masing-masing. Laku.com merupakan salah satu diantara mereka.
Laku.com belanja online mengiklankan keunggulan sebagai berikut Membantu setiap customer dalam segala hal yang berkaitan dengan Laku.com baik pertanyaan ataupun kesulitan, sejauh mungkin yang mampu mereka kerjakan.
Ketakutan setiap orang buat belanja online diantaranya merupakan karena takut menjadi korban penipuan online seperti yang diberitakan di media massa. Akan tetapi kalau belanja di laku.com kita tak perlu takut lagi karena mereka merupakan perusahaan yang cukup valid dan alamatnya juga jelas. Sudah banyak konsumen yang transaksi dengan mereka dan mengungkapkan kepuasannya dalam bentuk testimonial. Bisa anda cek sendiri testimoni para client di situs laku.com.
kojese
Senin, 30 Juli 2012
Senin, 30 Januari 2012
Kapten "Pengecut" Balas Tuding Bos Concordia
VIVAnews -- Kapten Francesco Schettino, menjadi tokoh
antagonis dalam tragedi karamnya kapal pesiar mewah, Costa Concordia di
perairan Pulau Giglio, Italia, Jumat 13 Januari 2012.
Sederet tudingan dialamatkan padanya, pembunuhan tak berencana, abaikan prosedur darurat, melanggar hukum internasional, mabuk-mabukan sebelum tragedi terjadi, dan yang terparah, ngacir duluan dengan mengabaikan 4.200 penumpang dan kru yang berjuang melawan maut.
Padahal, diduga ia bertanggung jawab atas insiden tabrakan dengan karang itu. Akibat sengaja berlayar dekat dengan Pulau Isola de Giglio untuk 'pamer'.
Namun, tuduhan terakhir itu justru dijadikan senjata oleh Schettino. Dengan mengatakan, ia berlayar terlalu dekat dengan pulau atas perintah bosnya.
Kepada polisi, pria 52 tahun itu mengatakan, aksi 'memberikan hormat' itu sebelumnya telah dirancang dan diinginkan para pimpinan Costa Cruises, dengan alasan publisitas, khususnya ketika hari libur nasional lokal daratan yang dilewati. Costa Cruises adalah perusahaan pelayar pemilik Costa Concordia.
"Aksi penghormatan pada Giglio telah diatur dan direncanakan oleh Perusahaan Costa sebelum kami berlayar. Alasannya untuk publisitas. Kami diwajibkan memberikan 'penghormatan' pada dunia saat berlayar," kata Schettino, seperti dimuat Daily Mail, 23 Januari 2012.
Dia kemudian menambahkan,"Pelayaran melewati Giglio telah diiklankan dalam surat kabar harian kapal. Mereka (bos Costa) bersikeras. Mereka berkata, 'kami harus bisa dilihat agar bisa mendapatkan publisitas'. Jadi aku mengatakan 'OK'."
Untuk diketahui, pada Agustus 2011, Kapal Costa Concordia juga melewati Pulau Isola de Giglio, berada sangat dekat, dan 'pamer' dengan membunyikan peluitnya. Kala itu, aksi itu dibalas ucapan selamat Walikota Giglio lewat email, karena telah memberikan tontonan dan hiburan kepada para wisatawan.
Seperti dimuat media Italia, ia juga mengungkap bahwa itu bahwa, bosnya tahu soal praktek yang ternyata bisa dilakukan kapal-kapal pesiar di seluruh dunia.
Pengakuan itu muncul bertepatan dengan kabar penemuan korban tewas ke-13. Setelah tim penyelamat menemukan mayat seorang wanita di bagian kapal yang terendam. Setidaknya 20 penumpang masih hilang.
Apapun pengakuan yang ke luar dari mulut Schettino, julukan sebagai nahkoda 'pengecut' terlanjur dilekatkan padanya. Ia juga harus menghadapi tuduhan menelantarkan kapal dan pembunuhan.
Sementara, perusahaan tempatnya bekerja bersikukuh, Schettino berbohong pada mereka soal bencana itu. Kapten flamboyan itu juga dituduh 'melakukan kesalahan serius' dengan berlayar terlalu dekat dengan Pulau Giglio, dengan jarak sekitar 350 kaki, padahal aturan yang berlaku adalah lima mil.
Sederet tudingan dialamatkan padanya, pembunuhan tak berencana, abaikan prosedur darurat, melanggar hukum internasional, mabuk-mabukan sebelum tragedi terjadi, dan yang terparah, ngacir duluan dengan mengabaikan 4.200 penumpang dan kru yang berjuang melawan maut.
Padahal, diduga ia bertanggung jawab atas insiden tabrakan dengan karang itu. Akibat sengaja berlayar dekat dengan Pulau Isola de Giglio untuk 'pamer'.
Namun, tuduhan terakhir itu justru dijadikan senjata oleh Schettino. Dengan mengatakan, ia berlayar terlalu dekat dengan pulau atas perintah bosnya.
Kepada polisi, pria 52 tahun itu mengatakan, aksi 'memberikan hormat' itu sebelumnya telah dirancang dan diinginkan para pimpinan Costa Cruises, dengan alasan publisitas, khususnya ketika hari libur nasional lokal daratan yang dilewati. Costa Cruises adalah perusahaan pelayar pemilik Costa Concordia.
"Aksi penghormatan pada Giglio telah diatur dan direncanakan oleh Perusahaan Costa sebelum kami berlayar. Alasannya untuk publisitas. Kami diwajibkan memberikan 'penghormatan' pada dunia saat berlayar," kata Schettino, seperti dimuat Daily Mail, 23 Januari 2012.
Dia kemudian menambahkan,"Pelayaran melewati Giglio telah diiklankan dalam surat kabar harian kapal. Mereka (bos Costa) bersikeras. Mereka berkata, 'kami harus bisa dilihat agar bisa mendapatkan publisitas'. Jadi aku mengatakan 'OK'."
Untuk diketahui, pada Agustus 2011, Kapal Costa Concordia juga melewati Pulau Isola de Giglio, berada sangat dekat, dan 'pamer' dengan membunyikan peluitnya. Kala itu, aksi itu dibalas ucapan selamat Walikota Giglio lewat email, karena telah memberikan tontonan dan hiburan kepada para wisatawan.
Seperti dimuat media Italia, ia juga mengungkap bahwa itu bahwa, bosnya tahu soal praktek yang ternyata bisa dilakukan kapal-kapal pesiar di seluruh dunia.
Pengakuan itu muncul bertepatan dengan kabar penemuan korban tewas ke-13. Setelah tim penyelamat menemukan mayat seorang wanita di bagian kapal yang terendam. Setidaknya 20 penumpang masih hilang.
Apapun pengakuan yang ke luar dari mulut Schettino, julukan sebagai nahkoda 'pengecut' terlanjur dilekatkan padanya. Ia juga harus menghadapi tuduhan menelantarkan kapal dan pembunuhan.
Sementara, perusahaan tempatnya bekerja bersikukuh, Schettino berbohong pada mereka soal bencana itu. Kapten flamboyan itu juga dituduh 'melakukan kesalahan serius' dengan berlayar terlalu dekat dengan Pulau Giglio, dengan jarak sekitar 350 kaki, padahal aturan yang berlaku adalah lima mil.
Sabtu, 28 Januari 2012
Kapten Kapal Karam: Saya Diperintah Manajer
VIVAnews - Transkrip percakapan telepon antara
Fransesco Schettino, kapten kapal Costa Concordia yang karam di lepas
pantai Italia, dengan seseorang bocor ke media. Dalam transkrip
tersebut, Schettino mengaku salah membuat Costa Concordia kandas
sehingga menewaskan belasan penumpang.
Namun, menurut Schettino, kesalahan itu terjadi karena dia menuruti permintaan manajer dari perusahaan pemilik kapal, Costa Cruciere.
Seperti dikutip kantor berita Reuters, 25 Januari 2012, transkrip tersebut berasal dari percakapan Schettino dengan seseorang bernama Fabrizio lewat telepon dari kantor jaksa saat ditahan pada 14 Januari. Rupanya, percakapan itu direkam tanpa sepengetahuan pihak berwenang.
"Fabri... Siapapun yang ada di posisiku tentu tak akan berlayar. Namun mereka membuatku muak dengan terus berkata ke sana saja, ke sana saja," kata Schettino, yang mengimplikasikan kalau ia mendekati pulau atas perintah manajernya.
"Ternyata memang ada karang di sana, tetapi tidak terdeteksi dengan instrumen di dalam kapal. Namun aku terpaksa berlayar mendekatinya demi memuaskan manajer," katanya lagi.
Sebuah sumber di kantor kejaksaan meyakini rekaman yang sudah diterjemahkan dari bahasa Italia berdialek Neapolitan kental ke dalam bahasa Italia standar itu asli. Pengacara Schettino, Bruno Leporatti, tidak mengomentari transkrip yang dimuat surat kabar La Republica, namun ia meminta kliennya tidak diperlakukan semena-mena.
Sementara itu, penyidik mengatakan kalau Schettino mengarahkan Costa Concordia hingga 150 meter dari tepi pantai untuk menjalani ritual penghormatan. Pihak perusahaan yang diwakili oleh Direktur Costa Cruciere, Pier Luigi Foschi mengaku bahwa kapal diizinkan mendekati pantai dengan kondisi tertentu.
Ia menambahkan, hal ini biasa dilakukan oleh perusahaan kapal pesiar lainnya. Namun pihak perusahaan tidak mengira bahwa kapal mereka terlalu dekat dengan pantai hingga menabrak karang.
"Atas kasus ini, pihak perusahaan tidak mengetahui manuver yang dilakukan Schettino," jelas Foschi di hadapan Senat Italia.
Namun, menurut Schettino, kesalahan itu terjadi karena dia menuruti permintaan manajer dari perusahaan pemilik kapal, Costa Cruciere.
Seperti dikutip kantor berita Reuters, 25 Januari 2012, transkrip tersebut berasal dari percakapan Schettino dengan seseorang bernama Fabrizio lewat telepon dari kantor jaksa saat ditahan pada 14 Januari. Rupanya, percakapan itu direkam tanpa sepengetahuan pihak berwenang.
"Fabri... Siapapun yang ada di posisiku tentu tak akan berlayar. Namun mereka membuatku muak dengan terus berkata ke sana saja, ke sana saja," kata Schettino, yang mengimplikasikan kalau ia mendekati pulau atas perintah manajernya.
"Ternyata memang ada karang di sana, tetapi tidak terdeteksi dengan instrumen di dalam kapal. Namun aku terpaksa berlayar mendekatinya demi memuaskan manajer," katanya lagi.
Sebuah sumber di kantor kejaksaan meyakini rekaman yang sudah diterjemahkan dari bahasa Italia berdialek Neapolitan kental ke dalam bahasa Italia standar itu asli. Pengacara Schettino, Bruno Leporatti, tidak mengomentari transkrip yang dimuat surat kabar La Republica, namun ia meminta kliennya tidak diperlakukan semena-mena.
Sementara itu, penyidik mengatakan kalau Schettino mengarahkan Costa Concordia hingga 150 meter dari tepi pantai untuk menjalani ritual penghormatan. Pihak perusahaan yang diwakili oleh Direktur Costa Cruciere, Pier Luigi Foschi mengaku bahwa kapal diizinkan mendekati pantai dengan kondisi tertentu.
Ia menambahkan, hal ini biasa dilakukan oleh perusahaan kapal pesiar lainnya. Namun pihak perusahaan tidak mengira bahwa kapal mereka terlalu dekat dengan pantai hingga menabrak karang.
"Atas kasus ini, pihak perusahaan tidak mengetahui manuver yang dilakukan Schettino," jelas Foschi di hadapan Senat Italia.
Jumat, 27 Januari 2012
Panglima Militer PNG Dikudeta Anak Buah
VIVAnews - Sekelompok tentara di Papua Nugini (PNG)
melancarkan kudeta terhadap panglima militer mereka. Para tentara pun
mengambil alih markas militer di Port Moresby, Kamis 26 Januari 2012.
Selanjutnya, mereka berencana menggulingkan Peter O'Neill dari jabatan
perdana menteri.
Seperti diberitakan Washington Post, panglima militer PNG Brigadir Jenderal francis Agwi ditangkap para militer pembelot di Barak Murray dan saat ini tengah menjalani tahanan rumah. Tentara pemberontak sebelumnya telah menguasai Barak Taurama di Port Moresby pada dini hari waktu setempat.
Dalam drama penangkapan tersebut, tidak dilaporkan adanya pertumpahan darah. Selanjutnya, tentara pemberontak mengumumkan telah mengganti Agwi dengan Kolonel Yaura Sasa yang sebenarnya telah pensiun.
Sasa mengatakan tidak bermaksud melakukan kudeta. Namun, pemberontakan akan terus dilakukan jika O'Neill tidak mundur dan memberikan jabatan penuh kepada Michael Somare, perdana menteri PNG yang sah menurut Mahkamah Agung negara tersebut.
"Baik Somare dan O'Neill punya tujuh hari melaksanakan perintah Mahkamah Agung untuk menyelesaikan konflik politik. Jika tidak, maka saya akan melakukan tingakan tegas demi menegakkan integritas konstitusi," kata Sasa.
Pemerintahan O'Neill menyerukan kepada Sasa dan para pendukungnya untuk menyerah. Mereka mengatakan, aksi Sasa tersebut tidak mendapatkan dukungan dari militer PNG secara luas.
Wakil Perdana Menteri Belden Namah menjelaskan, terdapat sekitar 30 tentara yang terlibat dalam kudeta tersebut. Sebanyak 15 di antaranya telah ditahan. Namah mengatakan, Sasa dapat dikenakan pasal pengkhianatan yang hukumannya adalah mati.
Situasi politik di PNG tegang saat O'Neill mengumumkan diri sebagai perdana menteri setelah Somare tidak dapat menjalankan tugasnya karena sakit dan dirawat di Singapura. Namun, Mahkamah Agung memutuskan Somare masih menjadi perdana menteri yang sah dan O'Neill tidak berhak memerintah. Sejak saat itu, PNG memiliki dua perdana menteri yang saling bersitegang. (ren)
Seperti diberitakan Washington Post, panglima militer PNG Brigadir Jenderal francis Agwi ditangkap para militer pembelot di Barak Murray dan saat ini tengah menjalani tahanan rumah. Tentara pemberontak sebelumnya telah menguasai Barak Taurama di Port Moresby pada dini hari waktu setempat.
Dalam drama penangkapan tersebut, tidak dilaporkan adanya pertumpahan darah. Selanjutnya, tentara pemberontak mengumumkan telah mengganti Agwi dengan Kolonel Yaura Sasa yang sebenarnya telah pensiun.
Sasa mengatakan tidak bermaksud melakukan kudeta. Namun, pemberontakan akan terus dilakukan jika O'Neill tidak mundur dan memberikan jabatan penuh kepada Michael Somare, perdana menteri PNG yang sah menurut Mahkamah Agung negara tersebut.
"Baik Somare dan O'Neill punya tujuh hari melaksanakan perintah Mahkamah Agung untuk menyelesaikan konflik politik. Jika tidak, maka saya akan melakukan tingakan tegas demi menegakkan integritas konstitusi," kata Sasa.
Pemerintahan O'Neill menyerukan kepada Sasa dan para pendukungnya untuk menyerah. Mereka mengatakan, aksi Sasa tersebut tidak mendapatkan dukungan dari militer PNG secara luas.
Wakil Perdana Menteri Belden Namah menjelaskan, terdapat sekitar 30 tentara yang terlibat dalam kudeta tersebut. Sebanyak 15 di antaranya telah ditahan. Namah mengatakan, Sasa dapat dikenakan pasal pengkhianatan yang hukumannya adalah mati.
Situasi politik di PNG tegang saat O'Neill mengumumkan diri sebagai perdana menteri setelah Somare tidak dapat menjalankan tugasnya karena sakit dan dirawat di Singapura. Namun, Mahkamah Agung memutuskan Somare masih menjadi perdana menteri yang sah dan O'Neill tidak berhak memerintah. Sejak saat itu, PNG memiliki dua perdana menteri yang saling bersitegang. (ren)
Kamis, 26 Januari 2012
Citra Demokrat Ambruk Terkait Pemilu 2014
VIVAnews - Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Anas
Urbaningrum bereaksi atas isu negatif yang mengarah kepada diri dan
partainya. Menurut Anas, isu ambruknya citra Partai Demokrat erat
kaitannya dengan persiapan kompetisi politik pada Pemilu 2014 mendatang.
"Kalau ada opini (citra Partai Demokrat ambruk), saya melihatnya bukan opini, tapi pembentukan opini sebagai persiapan 2014. Itu bukan sesuatu yang harus ditangisi tapi dihadapi," katanya saat ditemui di Indramayu, Jawa Barat, Kamis 26 Januari 2012.
Menurut Anas, persoalan penurunan citra partai itu kompleks. Citra partai tidak ditentukan satu dua hal melainkan menyangkut dinamika politik internal dan eksternal yang sangat kuat sekaligus banyak.
"Partai Demokrat itu partai pemerintah, bahwa sekarang ini sudah ada suasana politik untuk pra 2014 sangat kita rasakan," terangnya.
Salah satu sebab merosotnya citra Partai Demokrat di mata publik menurut analisa Anas adalah karena mereka tidak cukup dalam memiliki fasilitas publikasi seperti media, baik cetak maupun elektronik.
"Dalam bahasa lugas di Jawa Timur, Demokrat tidak punya TV, koran, radio, realitasnya seperti itu. Ini situasi yang harus dihadapi. Buat saya, dinamika biarkan berjalan," ucapnya.
Berdasarkan berbagai survei terbaru, elektabilitas Partai Demokrat berada di bawah PDIP dan Golkar, meski popularitas SBY sendiri masih cukup tinggi.
Partai Demokrat harus mengantisipasi segala kemungkinan, termasuk apabila ketua umum mereka ditetapkan menjadi tersangka, dan selanjutnya diputus bersalah oleh pengadilan. Apalagi isu pencopotan Anas Urbaningrum saat ini juga sedang kencang.
Pertemuan demi pertemuan pun digelar Demokrat. Termasuk, Selasa malam lalu, Dewan Pembina Demokrat berkumpul di kediaman Susilo Bambang Yudhoyono di Cikeas.
Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Max Sopacua membenarkan, pertemuan di antaranya membahas soal Anas. Tetapi, kata Max, tak ada pembahasan soal rencana pendongkelan Anas dari kursi Ketua Umum Demokrat.
Nama Anas Urbaningrum terseret kasus suap Wisma Atlet. Dalam kesaksiannya, Anas sendiri telah berkali-kali membantah keterlibatannya dalam suap yang didakwakan kepada Nazaruddin.
"Kalau ada opini (citra Partai Demokrat ambruk), saya melihatnya bukan opini, tapi pembentukan opini sebagai persiapan 2014. Itu bukan sesuatu yang harus ditangisi tapi dihadapi," katanya saat ditemui di Indramayu, Jawa Barat, Kamis 26 Januari 2012.
Menurut Anas, persoalan penurunan citra partai itu kompleks. Citra partai tidak ditentukan satu dua hal melainkan menyangkut dinamika politik internal dan eksternal yang sangat kuat sekaligus banyak.
"Partai Demokrat itu partai pemerintah, bahwa sekarang ini sudah ada suasana politik untuk pra 2014 sangat kita rasakan," terangnya.
Salah satu sebab merosotnya citra Partai Demokrat di mata publik menurut analisa Anas adalah karena mereka tidak cukup dalam memiliki fasilitas publikasi seperti media, baik cetak maupun elektronik.
"Dalam bahasa lugas di Jawa Timur, Demokrat tidak punya TV, koran, radio, realitasnya seperti itu. Ini situasi yang harus dihadapi. Buat saya, dinamika biarkan berjalan," ucapnya.
Berdasarkan berbagai survei terbaru, elektabilitas Partai Demokrat berada di bawah PDIP dan Golkar, meski popularitas SBY sendiri masih cukup tinggi.
Partai Demokrat harus mengantisipasi segala kemungkinan, termasuk apabila ketua umum mereka ditetapkan menjadi tersangka, dan selanjutnya diputus bersalah oleh pengadilan. Apalagi isu pencopotan Anas Urbaningrum saat ini juga sedang kencang.
Pertemuan demi pertemuan pun digelar Demokrat. Termasuk, Selasa malam lalu, Dewan Pembina Demokrat berkumpul di kediaman Susilo Bambang Yudhoyono di Cikeas.
Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Max Sopacua membenarkan, pertemuan di antaranya membahas soal Anas. Tetapi, kata Max, tak ada pembahasan soal rencana pendongkelan Anas dari kursi Ketua Umum Demokrat.
Nama Anas Urbaningrum terseret kasus suap Wisma Atlet. Dalam kesaksiannya, Anas sendiri telah berkali-kali membantah keterlibatannya dalam suap yang didakwakan kepada Nazaruddin.
Benarkah Gorengan Picu Sakit Jantung
VIVAnews - Anda mungkin kerap mendapat wejangan agar
mengurangi makan gorengan. Alasannya, gorengan dapat meningkatkan risiko
mengalami gangguan jantung. Benarkah?
Penelitian terbaru yang dipublikasikan British Medical Journal menemukan, tidak ada hubungan antara frekuensi konsumsi gorengan dan penyakit jantung kronis. Penelitian dilakukan di Spanyol di mana mayoritas menggunakan minyak zaitun dan minyak bunga matahari.
Penelitian dilakukan sepanjang 1990-2004 dengan melibatkan sekitar 40 ribu responden yang bermukim di Spanyol. Dua per tiga di antaranya wanita.
Penelitian dimulai dengan mengajukan pertanyaan seputar frekuensi atau seberapa sering mereka menyantap gorengan, baik di rumah atau di restoran. Jawaban ini kemudian digunakan untuk membagi responden dalam empat kelompok, berdasar frekuensi asupan gorengan.
Setelah mengaitkan dengan kecenderungan sakit dan riwayat serangan jantung atau angina, hasil analisis mengungkap bahwa tidak ada perbedaan signifikan antar kelompok. Sebanyak 606 responden yang mengalami serangan jantung tersebar di empat kelompok dengan perbandingan rata.
"Di negara Mediterania, di mana minyak zaitun dan bunga matahari adalah lemak paling umum untuk menggoreng, dan di mana mayoritas masyarakat memiliki kebiasaan menyantap makanan yang digoreng, tidak ada hubungan antara konsumsi gorengan dan risiko penyakit jantung koroner atau kematian," kata tim peneliti, dikutip Telegraph.
Mengomentari temuan itu, Profesor Michael Leitzmann dari Universitas Regensburg di Jerman mengatakan bahwa dua studi lain -dari Kosta Rika dan tim internasional- juga gagal menemukan bukti kuat yang mengaitkan gorengan dengan penyakit jantung.
"Secara umum, mitos bahwa makanan yang digoreng buruk bagi jantung tidak didukung bukti kuat," kata Leitzmann. "Namun, ini tidak berarti bahwa sering makan ikan dan keripik tidak akan memiliki konsekuensi kesehatan."
Kembali ke penelitian di Spanyol. Kesimpulan penelitian tersebut tampaknya hanya berlaku di negara-negara mediterania yang terbiasa menggoreng dengan minyak zaitun dan minyak bunga matahari yang fresh. Minyak yang sudah terpakai biasanya tak digunakan kembali.
Penelitian mungkin akan menghasilkan kesimpulan berbeda jika dilakukan di Amerika Serikat, yang masyarakatnya terbiasa menggunakan minyak beberapa kali pakai. Penggunaan minyak berulang membuat makanan mengandung lemak trans dan garam lebih tinggi. Dua faktor yang meningkatkan risiko tekanan darah tinggi dan penyakit jantung.
British Heart Foundation memeringatkan masyarakat untuk tetap mengurangi menu gorengan. Mereka sepakat melakukan perlindungan kesehatan jantung dengan diet mediterania yang terdiri dari makanan laut, biji-bijian, buah-buahan, sayuran, dan zaitun.
Di Inggris, konsumsi minyak zaitun dan minyak bunga matahari pun terus mengalami lonjakan. Dua kali lipat dibandingkan satu dekade lampau. Masyarakatnya mulai terbiasa menggoreng dengan dua jenis minyak itu. Tentu sekali pakai. (adi)
Penelitian terbaru yang dipublikasikan British Medical Journal menemukan, tidak ada hubungan antara frekuensi konsumsi gorengan dan penyakit jantung kronis. Penelitian dilakukan di Spanyol di mana mayoritas menggunakan minyak zaitun dan minyak bunga matahari.
Penelitian dilakukan sepanjang 1990-2004 dengan melibatkan sekitar 40 ribu responden yang bermukim di Spanyol. Dua per tiga di antaranya wanita.
Penelitian dimulai dengan mengajukan pertanyaan seputar frekuensi atau seberapa sering mereka menyantap gorengan, baik di rumah atau di restoran. Jawaban ini kemudian digunakan untuk membagi responden dalam empat kelompok, berdasar frekuensi asupan gorengan.
Setelah mengaitkan dengan kecenderungan sakit dan riwayat serangan jantung atau angina, hasil analisis mengungkap bahwa tidak ada perbedaan signifikan antar kelompok. Sebanyak 606 responden yang mengalami serangan jantung tersebar di empat kelompok dengan perbandingan rata.
"Di negara Mediterania, di mana minyak zaitun dan bunga matahari adalah lemak paling umum untuk menggoreng, dan di mana mayoritas masyarakat memiliki kebiasaan menyantap makanan yang digoreng, tidak ada hubungan antara konsumsi gorengan dan risiko penyakit jantung koroner atau kematian," kata tim peneliti, dikutip Telegraph.
Mengomentari temuan itu, Profesor Michael Leitzmann dari Universitas Regensburg di Jerman mengatakan bahwa dua studi lain -dari Kosta Rika dan tim internasional- juga gagal menemukan bukti kuat yang mengaitkan gorengan dengan penyakit jantung.
"Secara umum, mitos bahwa makanan yang digoreng buruk bagi jantung tidak didukung bukti kuat," kata Leitzmann. "Namun, ini tidak berarti bahwa sering makan ikan dan keripik tidak akan memiliki konsekuensi kesehatan."
Kembali ke penelitian di Spanyol. Kesimpulan penelitian tersebut tampaknya hanya berlaku di negara-negara mediterania yang terbiasa menggoreng dengan minyak zaitun dan minyak bunga matahari yang fresh. Minyak yang sudah terpakai biasanya tak digunakan kembali.
Penelitian mungkin akan menghasilkan kesimpulan berbeda jika dilakukan di Amerika Serikat, yang masyarakatnya terbiasa menggunakan minyak beberapa kali pakai. Penggunaan minyak berulang membuat makanan mengandung lemak trans dan garam lebih tinggi. Dua faktor yang meningkatkan risiko tekanan darah tinggi dan penyakit jantung.
British Heart Foundation memeringatkan masyarakat untuk tetap mengurangi menu gorengan. Mereka sepakat melakukan perlindungan kesehatan jantung dengan diet mediterania yang terdiri dari makanan laut, biji-bijian, buah-buahan, sayuran, dan zaitun.
Di Inggris, konsumsi minyak zaitun dan minyak bunga matahari pun terus mengalami lonjakan. Dua kali lipat dibandingkan satu dekade lampau. Masyarakatnya mulai terbiasa menggoreng dengan dua jenis minyak itu. Tentu sekali pakai. (adi)
Rabu, 25 Januari 2012
WN China Curi Software US$10 Juta Milik AS
Software akuntansi ini dapat melacak alur miliaran dolar yang ditransfer ke AS.
VIVAnews - Kepolisian Manhattan, New York, menangkap
seorang ahli pemrograman asal China yang bekerja untuk Bank Federal New
York. Ia dituduh mencuri kode perangkat lunak (software) senilai US$10 juta (Rp90 miliar) dari Bank Federal.
Bo Zhang, demikian nama programmer itu, juga dituduh menggandakan perangkat lunak itu ke dalam sebuah hard drive eksternal. "Bank berusaha memperketat lagi perlindungannya yang sudah ketat karena insiden ini," kata juru bicara Bank Federal New York, seperti diberitakan Reuters, Rabu 18 Januari 2012,
Menurut pihak berwenang, bank langsung menginterogasi Zhang setelah semua bukti yang ditemukan mengarah padanya. Perangkat lunak yang menjadi pangkal masalah adalah Program Akuntansi dan Pelaporan Milik Pemerintah (GWA).
Program ini dirancang untuk melacak alur miliaran dolar yang ditransfer pemerintah AS tiap harinya. Dibutuhkan biaya US$9,5 juta untuk mengembangkan perangkat lunak milik Kementerian Keuangan AS tersebut.
Zhang yang memiliki kewarganegaraan China ditangkap pada Rabu pagi waktu setempat. Namun ia dilepas lagi setelah sidang hearing dan membayar uang jaminan sebesar US$200 ribu.
Walaupun tinggal di kota Queens, namun pria yang bekerja sebagai ahli pemrograman Bank Federal New York sejak mei 2011 ini diketahui memiliki pekerjaan lain di New Jersey. Pengacaranya, Joseph Grob, menolak mengomentari lebih jauh soal ini.
Zhang sendiri mengakui kalau ia menggandakan kode perangkat lunak itu dalam drive miliknya. "Saya hanya menggunakannya untuk kepentingan pribadi, juga untuk berjaga-jaga jika sewaktu-waktu saya kehilangan pekerjaan saya," ujarnya.
Zhang dijerat pasal pencurian properti milik negara, dan ia bisa dikenai hukuman 10 tahun penjara jika terbukti bersalah. Ia akan menjalani sidang lagi pada 17 Februari. (umi)
Bo Zhang, demikian nama programmer itu, juga dituduh menggandakan perangkat lunak itu ke dalam sebuah hard drive eksternal. "Bank berusaha memperketat lagi perlindungannya yang sudah ketat karena insiden ini," kata juru bicara Bank Federal New York, seperti diberitakan Reuters, Rabu 18 Januari 2012,
Menurut pihak berwenang, bank langsung menginterogasi Zhang setelah semua bukti yang ditemukan mengarah padanya. Perangkat lunak yang menjadi pangkal masalah adalah Program Akuntansi dan Pelaporan Milik Pemerintah (GWA).
Program ini dirancang untuk melacak alur miliaran dolar yang ditransfer pemerintah AS tiap harinya. Dibutuhkan biaya US$9,5 juta untuk mengembangkan perangkat lunak milik Kementerian Keuangan AS tersebut.
Zhang yang memiliki kewarganegaraan China ditangkap pada Rabu pagi waktu setempat. Namun ia dilepas lagi setelah sidang hearing dan membayar uang jaminan sebesar US$200 ribu.
Walaupun tinggal di kota Queens, namun pria yang bekerja sebagai ahli pemrograman Bank Federal New York sejak mei 2011 ini diketahui memiliki pekerjaan lain di New Jersey. Pengacaranya, Joseph Grob, menolak mengomentari lebih jauh soal ini.
Zhang sendiri mengakui kalau ia menggandakan kode perangkat lunak itu dalam drive miliknya. "Saya hanya menggunakannya untuk kepentingan pribadi, juga untuk berjaga-jaga jika sewaktu-waktu saya kehilangan pekerjaan saya," ujarnya.
Zhang dijerat pasal pencurian properti milik negara, dan ia bisa dikenai hukuman 10 tahun penjara jika terbukti bersalah. Ia akan menjalani sidang lagi pada 17 Februari. (umi)
Langganan:
Postingan (Atom)