VIVAnews - Transkrip percakapan telepon antara
Fransesco Schettino, kapten kapal Costa Concordia yang karam di lepas
pantai Italia, dengan seseorang bocor ke media. Dalam transkrip
tersebut, Schettino mengaku salah membuat Costa Concordia kandas
sehingga menewaskan belasan penumpang.
Namun, menurut Schettino, kesalahan itu terjadi karena dia menuruti
permintaan manajer dari perusahaan pemilik kapal, Costa Cruciere.
Seperti dikutip kantor berita Reuters,
25 Januari 2012, transkrip tersebut berasal dari percakapan Schettino
dengan seseorang bernama Fabrizio lewat telepon dari kantor jaksa saat
ditahan pada 14 Januari. Rupanya, percakapan itu direkam tanpa
sepengetahuan pihak berwenang.
"Fabri... Siapapun yang ada di
posisiku tentu tak akan berlayar. Namun mereka membuatku muak dengan
terus berkata ke sana saja, ke sana saja," kata Schettino, yang
mengimplikasikan kalau ia mendekati pulau atas perintah manajernya.
"Ternyata
memang ada karang di sana, tetapi tidak terdeteksi dengan instrumen di
dalam kapal. Namun aku terpaksa berlayar mendekatinya demi memuaskan
manajer," katanya lagi.
Sebuah sumber di kantor kejaksaan
meyakini rekaman yang sudah diterjemahkan dari bahasa Italia berdialek
Neapolitan kental ke dalam bahasa Italia standar itu asli. Pengacara
Schettino, Bruno Leporatti, tidak mengomentari transkrip yang dimuat
surat kabar La Republica, namun ia meminta kliennya tidak diperlakukan semena-mena.
Sementara
itu, penyidik mengatakan kalau Schettino mengarahkan Costa Concordia
hingga 150 meter dari tepi pantai untuk menjalani ritual penghormatan.
Pihak perusahaan yang diwakili oleh Direktur Costa Cruciere, Pier Luigi
Foschi mengaku bahwa kapal diizinkan mendekati pantai dengan kondisi
tertentu.
Ia menambahkan, hal ini biasa dilakukan oleh
perusahaan kapal pesiar lainnya. Namun pihak perusahaan tidak mengira
bahwa kapal mereka terlalu dekat dengan pantai hingga menabrak karang.
"Atas kasus ini, pihak perusahaan tidak mengetahui manuver yang dilakukan Schettino," jelas Foschi di hadapan Senat Italia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar