VIVAnews - Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Anas
Urbaningrum bereaksi atas isu negatif yang mengarah kepada diri dan
partainya. Menurut Anas, isu ambruknya citra Partai Demokrat erat
kaitannya dengan persiapan kompetisi politik pada Pemilu 2014 mendatang.
"Kalau
ada opini (citra Partai Demokrat ambruk), saya melihatnya bukan opini,
tapi pembentukan opini sebagai persiapan 2014. Itu bukan sesuatu yang
harus ditangisi tapi dihadapi," katanya saat ditemui di Indramayu, Jawa
Barat, Kamis 26 Januari 2012.
Menurut Anas, persoalan penurunan
citra partai itu kompleks. Citra partai tidak ditentukan satu dua hal
melainkan menyangkut dinamika politik internal dan eksternal yang sangat
kuat sekaligus banyak.
"Partai Demokrat itu partai pemerintah,
bahwa sekarang ini sudah ada suasana politik untuk pra 2014 sangat kita
rasakan," terangnya.
Salah satu sebab merosotnya citra Partai
Demokrat di mata publik menurut analisa Anas adalah karena mereka tidak
cukup dalam memiliki fasilitas publikasi seperti media, baik cetak
maupun elektronik.
"Dalam bahasa lugas di Jawa Timur, Demokrat
tidak punya TV, koran, radio, realitasnya seperti itu. Ini situasi yang
harus dihadapi. Buat saya, dinamika biarkan berjalan," ucapnya.
Berdasarkan
berbagai survei terbaru, elektabilitas Partai Demokrat berada di bawah
PDIP dan Golkar, meski popularitas SBY sendiri masih cukup tinggi.
Partai
Demokrat harus mengantisipasi segala kemungkinan, termasuk apabila
ketua umum mereka ditetapkan menjadi tersangka, dan selanjutnya diputus
bersalah oleh pengadilan. Apalagi isu pencopotan Anas Urbaningrum saat
ini juga sedang kencang.
Pertemuan demi pertemuan pun digelar
Demokrat. Termasuk, Selasa malam lalu, Dewan Pembina Demokrat berkumpul
di kediaman Susilo Bambang Yudhoyono di Cikeas.
Wakil Ketua Umum
Partai Demokrat, Max Sopacua membenarkan, pertemuan di antaranya
membahas soal Anas. Tetapi, kata Max, tak ada pembahasan soal rencana
pendongkelan Anas dari kursi Ketua Umum Demokrat.
Nama Anas
Urbaningrum terseret kasus suap Wisma Atlet. Dalam kesaksiannya, Anas
sendiri telah berkali-kali membantah keterlibatannya dalam suap yang
didakwakan kepada Nazaruddin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar